5 Cara Tokcer Lancar Berbicara dalam Bahasa Inggris dalam Waktu Singkat

5 Cara Tokcer Lancar Berbicara dalam Bahasa Inggris dalam Waktu Singkat


Berbicara dalam bahasa Inggris susah-susah gampang. Lebih banyak susahnya daripada gampangnya :).

“Saya dari esde sampai perguruan tinggi belajar bahasa Inggris, tapi gak bisa-bisa juga. Gimana sih supaya cepat bisa ngomong inggris?”

“Sebulan aja bisa gak?’

Saya heran dengan kata-kata atau kalimat-kalimat calon murid les seperti di atas.

Kenapa saya heran?

Karena kalau ada proses kilat bisa bicara dalam bahasa Inggris dalam waktu sebulan atau dua bulan, pasti sudah banyak orang yang lancar berbahasa Inggris dan saya sudah jadi orang kaya karena bisa meraup ratusan bahkan milyaran rupiah dari mengajar les atau membuka kursus.

Tidak ada jalan instan. Mie instan pun butuh waktu buat mengolahnya.

Tapi bukan berarti tidak bisa cepat.

Tergantung dari kemauan dan kegigihan kita untuk mau menguasai keahlian berbahasa Inggris dengan cepat.

Dalam hal ini, saya menyarikan ada lima cara tokcer dan cepat supaya lancar berbicara dalam bahasa Inggris dalam tempo singkat.

Mari kita bahas satu per satu.

Pertama – Berbicara dengan anggota keluarga atau teman sekolah / kuliah / kerja

Mulailah bicara dalam bahasa Inggris dengan anggota keluarga atau teman sekolah, kuliah atau teman sekerja. Mulailah dari yang dekat dulu.

“Tapi mereka kebanyakan tidak mau ngomong dalam bahasa Inggris.”

Nah, tidak usah khawatir kalau soal itu. Masih banyak orang lain, teman yang lain yang memang berminat dalam berbahasa Inggris.

Berkenalanlah dengan orang-orang baru. Siapa tahu, di antara mereka ada yang mempunyai minat yang sama dalam bahasa Inggris.

Jangan merasa sungkan untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Orang-orang sukses itu tidak merasa malu untuk mencoba dan mencoba. Gengsi? Mereka meminggirkan gengsi yang sebetulnya tidak ada apa-apanya.

Kedua – Mengikuti ekskul atau komunitas

Susah mengajak teman atau keluarga untuk diajak bicara dalam bahasa Inggris?

Ekskul di sekolah atau komunitas seperti English Club bisa menjadi solusi.

Di wadah-wadah seperti ini, kita tidak perlu susah payah untuk menarik minat mereka akan bahasa Inggris, karena mereka yang bergabung di ekskul English Club atau komunitas bahasa Inggris pastilah orang-orang yang berminat dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka.

Sayangnya, tidak semua ekskul atau komunitas itu mempunyai tujuan dan kegiatan yang jelas. Kadang-kadang atau malah kebanyakan cuma bicara dengan tema-tema tertentu, tapi hanya sebatas itu saja.

Kegiatan-kegiatannya hanya diskusi. Seandainya dibuat bervariasi, misalnya dibuat permainan, tur ke Bali, kompetisi English Debate atau Spelling Bee, mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak jalanan (dengan maksud membagikan ilmu. Dengan membagikan ilmu, ilmu kita pun jadi berkembang) atau hal-hal kreatif lainnya, komunitas atau ekskul jadi tidak membosankan.

Saya pernah dua kali berpartisipasi dalam dua English Club dan kedua-duanya berakhir dengan sesingkat-singkatnya.

Kenapa bisa begitu?

Beberapa alasan yang teman-teman saya utarakan adalah :

“Sibuk. Banyak tugas kuliah.”

“Mau jalan sama teman. Capek kerja setiap hari. Pengin refreshing di hari Minggu.”

“Maunya ngomong sama orang bule.”

Itulah kalau tidak punya tujuan yang jelas.

Kalau saya pribadi, saya akan memilih ekskul atau komunitas English Club yang punya tujuan untuk mengikuti kompetisi atau menggunakan bahasa Inggris untuk tujuan yang jelas, seperti: bicara dengan turis mancanegara waktu mengikuti wisata atau langsung menjadi pemandu wisata, menulis artikel-artikel dalam bahasa Inggris lalu menampilkan di blog-blog gratis atau berbayar, sehingga tidak membosankan cuma berdiskusi tanpa melihat hasil yang nyata.

Jadi, tidak hanya terkungkung di ruang sekolah atau taman kota, membentuk komunitas ekslusif, namun juga memberikan manfaat bagi orang lain dan tentu saja juga untuk diri sendiri.

Ketiga – Ikut kursus

Nah, untuk yang satu ini, tentu Anda harus mengeluarkan dana.

Anda harus memilih tempat kursus yang sesuai dengan tujuan Anda dan tentu saja, sesuai dengan isi dompet Anda.

Jangan tergiur dengan lembaga-lembaga kursus yang menjanjikan sebulan atau dua bulan pasti mahir bicara dalam bahasa Inggris.

Karena tidak ada jalan instan menuju kesuksesan. Butuh waktu, tenaga untuk mencapai ‘kebisaan’.

Mungkin betul lembaga kursus itu berkualitas, tapi kalau Anda sendiri tidak rajin untuk belajar, berlatih bicara dalam bahasa Inggris dimana pun dan kapan pun, percuma saja Anda membayar biaya kursus yang mahal setiap bulan.

Ada salah seorang murid saya yang pernah kursus di salah satu lembaga kursus yang terkenal di kota saya. Saya bertanya pada ibu dari sang anak waktu selesai les privat dengan saya, “Kenapa tidak terus les disana, Bu?”

“Ah, anak saya juga gak lancar bicaranya, Pak. Sudah mahal, anak saya bicaranya juga yes-no, yes-no saja, dan nilai di sekolah dapatnya rata-rata, antara 6 atau 7. Daripada buang-buang uang, lebih baik les privat saja.”

Jadi, lembaga kursus tidak menjamin Anda bisa lancar berbicara dalam Bahasa Inggris.

Andalah yang menentukan berhasil atau tidaknya.

Keempat – Ikut Home Stay atau tur wisata ke luar negeri

Memaksakan diri untuk tinggal di luar negeri, tanpa saudara, tanpa keluarga, dan terutama tidak ada satu pun yang berbicara dalam bahasa Indonesia, adalah suatu tantangan untuk bisa cepat berbicara dalam Bahasa Inggris.

Mungkin di awal akan memakai bahasa gado-gado: English dan bahasa tarzan ala angkat-angkat tangan ^_^.

Namun kalau Anda konsisten berupaya dan tanpa kenal lelah serta tetap semangat, maka satu atau dua bulan mengikuti Home Stay atau tur wisata sangat bermanfaat dalam mengasah kemampuan speaking Anda.

Kalau Anda memang berniat mengikuti salah satu dari dua kegiatan ini, pastikan Anda mempunyai dana yang cukup, tempat kursus atau lembaga atau biro perjalanan yang mengakomodasi aktivitas kegiatan ini dan yang terutama, jangan mudah tergoda untuk shopping gila-gilaan di luar negeri sana, karena tujuan Anda ikut Home Stay atau tur wisata kan supaya mengasah kemampuan berbahasa Inggris Anda, dan bukan untuk mengisi lemari Anda dengan pakaian-pakaian branded ^_^.

Kelima – No friend = No problem

Bagaimana kalau seandainya poin pertama sampai keempat tidak atau belum terpenuhi?

Sebenarnya, tidak masalah.

Lho kok bisa?

Pertanyaan seperti itu sering teman-teman saya lontarkan karena bagi mereka, aneh. Masa mau bisa berbicara dalam bahasa Inggris tapi tidak ada temannya!

Ya, saya bilang ke teman-teman saya bahwa mereka tidak salah mendengar.

Seandainya Anda seharian bekerja dan pekerjaan Anda sama sekali tidak berhubungan dengan bahasa Inggris, tentu saja Anda tidak akan punya daya atau semangat untuk keluar rumah di malam hari dan bertemu dengan teman demi melatih kebisaan berbicara dalam bahasa Inggris.

Saya sendiri sudah mengalaminya.

Saya sibuk mengajar dari pagi sampai malam, sehingga sehingga saya tidak punya waktu untuk melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris dengan orang lain.

Menelepon? Biaya pulsa tentu saja jadi membengkak. Itu pun kalau teman tidak keberatan untuk bicara lama dalam bahasa Inggris di telepon ^_^.

Namun untungnya dosen saya dulu mengajarkan bahwa untuk bisa berhasil, fasih berbicara dalam bahasa Inggris, jangan menunggu adanya teman atau mengkambinghitamkan tiada teman atau sahabat yang bisa diajak bicara.

“Jangan jadi pengemis, menunggu kehadiran orang lain. Kreatiflah.”

Beliau pun mencontohkan dengan cara berbicara sendiri di kamar terkunci, dibantu dengan beberapa gambar dari majalah atau koran (atau sekarang bisa dengan menggunakan gambar dari google), lalu mengembangkan rangkaian kata lewat ujaran mulut secara langsung, dan tidak perlu takut dengan kesalahan tata bahasa.

Tumpahkan saja segala ide di otak, keluarkan lewat suara dari mulut.

Sampai sekarang, saya tetap menjalankan meskipun ada juga ‘hari-hari bolong’ dimana saya vakum ‘ngomong sendiri’ seperti orang gila di kamar, karena faktor lelah sehabis pulang kerja, namun saya berusaha untuk tetap konsisten untuk terus mengembangkan kapasitas saya berbicara dengan fasih dalam bahasa Inggris.

Cara ini ‘works’ untuk saya ^_^.

Teman-teman saya pun kebanyakan terperangah mendengar saya berbicara dalam bahasa Inggris dengan cukup lancar (cukup lancar, bukan lancar, nanti kalau saya bilang lancar banget, takut dikira sombong ^_^).

“Apa rahasianya?” tanya mereka.

“Latihan bicara di kamar. Pakai benda-benda atau gambar-gambar yang ada, lalu ceritakan dalam bahasa Inggris dengan kata-kata sendiri tentang benda atau gambar yang dimaksud,” saya membagikan resep, rahasia supaya bisa berbicara dalam bahasa Inggris.

“Apa tidak bosan?”

“Ya, ada juga kadang-kadang datang rasa bosan, namun saya terus lakukan. Tidak ada teman bicara, ya jalani saja dulu. Nanti kalau ada teman, baru praktek bicara langsung dengan teman.”

Intinya, jangan menyalahkan keadaan ‘tiadanya teman bicara, sehingga menghambat kemajuan dalam berbahasa’.

No friend = No problem.

Meskipun tanpa teman bicara, Anda masih bisa berbicara kan? Jangan beralasan tak bisa bahasa Inggris karena tak ada lawan bicara ^_^.

* * *
Demikian lima cara tokcer lancar berbicara dalam bahasa Inggris.

Masih banyak cara yang lain, tapi kelima cara ini yang umum dilakukan dan sudah terbukti ampuh dalam melancarkan kemampuan berbahasa Inggris. Kalau seandainya ada cara lain di luar lima di atas yang Anda sudah buktikan kemanjurannya, tentu saja Anda bisa membagikan pengalaman Anda di bawah artikel ini dalam bentuk link artikel ke website Anda :).

Kiranya masukan dari saya ini memberikan informasi berharga untuk memajukan kemampuan berbahasa Inggris Anda ^_^.

Tetap berusaha dan jangan patah semangat, karena yang namanya mahir itu terus-menerus berkesinambungan.

Teruslah berlatih. Jangan lupa diri apabila ada yang memuji kemampuan Anda.

English? It’s not difficult to learn ^_^.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *