V.A.K Harus Ada dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

V.A.K Harus Ada dalam Pembelajaran Bahasa Inggris


Eit, Jangan salah sangka dulu. Ini bukan ngomongin f*ck yang itu ya ^_^.

Sebenarnya V.A.K bukan saja harus ada dalam pembelajaran bahasa Inggris, namun dalam pembelajaran mata pelajaran lain, wajib, mutlak harus tersedia juga.

“Emang apa sih V.A.K itu?” mungkin Anda bingung dengan singkatan ini, sama halnya dengan debat capres yang bingung perihal Unicorn itu opo sih (eit, kok ngomong politik. Saya tidak dukung siapa-siapa di sini. Netral. Perihal pilihan saya biarlah saya dan Tuhan saja yang tahu ^_^).

Nah, kembali ke laptop ^_^.

Langsung saja, kita membahas kepanjangan dari V.A.K itu dan fungsi daripada masing-masing

Visual

Mata adalah pintu pertama untuk masuk ke jendela ilmu pengetahuan. Apabila mata digunakan sebagaimana mestinya, maka kita pun akan menyerap ilmu pengetahuan dengan maksimal, dan bisa menjelaskan dan menerapkan ilmu itu ke orang lain dengan benar.

Sayangnya, kebanyakan guru atau pendidik saat ini tidak menerapkan alat bantu peraga untuk menjelaskan pelajaran yang disampaikan.

“Kalau gak pakai laptop, rasanya gimana gitu,” kata salah seorang guru yang harus menggunakan laptop.

“Saya gak ngerti laptop. Jadinya gimana?” kata salah seorang guru yang lain, yang ngakunya ‘gaptek’.

Sebenarnya tak perlu harus pakai laptop. Anda bisa menggunakan realia (obyek langsung, misalnya pensil, penggaris, topi, dan lain sebagainya), gerakan tubuh, mimik wajah, atau bahkan murid sendiri, jika sedang melakukan aktivitas speaking atau berbicara.

Dalam kasus saya, saya menggunakan kertas yang berisi kegiatan yang harus dikerjakan atau kertas lagu.

Contohnya, disini saya menggunakan kertas dengan kotak-kotak sebanyak 10 kotak ke kanan, dan di atasnya tertulis huruf-huruf kapital dari A sampai J. Lalu ada 10 kotak juga ke bawah dan di sebelah kirinya tertulis angka-angka dari 1 sampai 10.

Oya, sebelum melakukan aktivitas, saya sebelumnya sudah mengajarkan tentang warna, angka, dan abjad dalam bahasa Inggris.

Untuk lagu tentang warna, ada beberapa lagu tentang warna. Salah satunya ‘The Rainbow Song’ (Anda bisa searching di internet untuk lagu ini ^_^).

Begitu juga dengan angka dan abjad, di internet terdapat banyak lagu seputar dua topik ini.

Saya sudah mengajarkan lagu ‘Ten Fingers on My Hands’ dan ‘ABC Song’ pada murid-murid saya di pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Jadi ada pemanasan dulu. Menyanyikan lagu-lagu ini, dan sebenarnya pada lagu ‘Ten Fingers on My Hands’, V.A.K sudah dilatih, karena saya meminta peserta didik untuk mengangkat kedua tangan terkepal di atas kepala masing-masing, lalu mengangkat jari satu per satu sesuai lirik lagu.

Auditory

Akan lebih maknyus lagi kalau setelah mata melihat, telinga pun mendengar sehingga lebih menegaskan pelajaran yang diserap.

Kembali ke kertas di atas, saya membacakan cara mengerjakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kertas di atas. Siswa sudah membawa pensil warna atau krayon yang sudah saya minta mereka bawa di pertemuan sebelumnya.

Saya membacakan kotak-kotak yang harus mereka warnai. Saya biasanya menggunakan LCD Projector karena sekolah di tempat saya mengajar dulu mempunyai ruang multimedia, sehingga saya bisa menggunakannya dengan leluasa apabila guru lain tak menggunakannya. Tapi kalau seandainya ada rekan guru lain yang pada saat itu sedang menggunakan ruang multimedia atau pada saat listrik padam (yang mana cukup sering terjadi ^_^), saya menggunakan papan tulis putih biasa, dan menggambar kotak-kotak itu di papan tulis, dan untuk spidol warna, cukup saya menggunakan spidol warna hitam saja, sebagai perwakilan. Tapi kalau ada spidol dengan berbagai warna, akan lebih bagus.

Saya memberikan contoh beberapa kotak yang diberi warna, supaya untuk kotak-kotak berikut, mereka bisa meneruskan tanggung jawab mereka, mewarnai kotak-kotak sesuai warna yang disebutkan.

Contohnya :

Saya membacakan sekitar tiga sampai empat kotak sebagai contoh. Lalu saya mewarnai atau meminta para siswa-siswi untuk menunjuk kotak yang disebut dan mewarnai kotak yang dimaksud.

1. A7 = brown (Colour A7 (ei seven) brown)
2. B7 = Yellow (Colour B7 (bi seven) yellow)
3. B8 = Black
4. C9 = Orange
5. ….

Kinesthetic

Nah, setelah mata melihat, telinga mendengar, maka akan lebih ‘nancep’ kalau tangan atau kaki melakukan. Maksudnya tindakan menyertai. Seperti kata pepatah “Pengalaman adalah Guru Terbaik’, maka melakukan adalah hal yang wajib dilakukan.

Contoh kegiatan di atas, setelah saya memberikan contoh, lalu saya menyebutkan kotak-kotak yang harus diberi warna dan para siswa-siswi melakukan kinesthetic (gerakan) dengan mewarnai kotak-kotak yang disebutkan dengan warna-warna yang diminta.

Berikut adalah selengkapnya daftar kotak yang harus diberi warna dan hasil akhir gambar membentuk wujud apa ^_^.

Ship

1. A7 = Brown
2. B7 = Yellow
3. B8 = Black
4. C9 = Orange
5. D8 = Red
6. D9 = Brown
7. E9 = Purple
8. F2 = Green
9. F3 = Pink
10. F4 = Blue
11. F5 = Orange
12. F6 = Pink
13. F7 = Yellow
14. F8 = Red
15. F9 = Blue
16. G2 = Black
17. G3 = Green
18. G4 = Purple
19. G9 = Yellow
20. H2 = Blue
21. H3 = Red
22. H4 = Pink
23. H9 = Brown
24. I2 = Black
25. I3 = Green
26. I4 = Orange
27. I7 = Purple
28. I8 = Orange
29. J7 = Red

Empat foto perwakilan dari pelaksanaan V.A.K (karena lumayan banyak, jadi saya ambil empat foto saja. Mohon maaf sebelumnya ^_^)

Seperti yang Anda lihat, dari proses pembelajaran ini, Visual – Auditory – Kinesthetic menjadi tiga unsur yang termasuk di dalamnya, dan sangat efektif dalam proses belajar mengajar.

Biasanya, kalau waktu memungkinkan, saya meminta para murid untuk membuat gambar versi mereka dengan mewarnai kotak-kotak itu dan membentuk benda yang mereka inginkan, misalnya mobil atau televisi. Setelah mereka selesai mewarnai kotak-kotak tersebut di kertas masing-masing, mereka akan mengucapkan kotak-kotak yang sudah mereka warnai tersebut ke teman-temannya. Teman-temannya harus mewarnai kertas berpetak yang baru, dan mewarnai kotak yang disebutkan dengan warna yang sesuai dengan ujaran.
* * *
Nah, seperti Anda sudah lihat bahwa belajar itu tidak perlu harus menggunakan alat-alat canggih seperti laptop, lcd projector, dan peralatan mahal lainnya. Dengan hanya menggunakan bahan-bahan yang mudah kita dapatkan di keseharian, seperti kertas, pensil warna atau krayon, gunting, dan lem, misalnya, kita sudah dapat belajar, asalkan unsur Visual terpenuhi, Auditory disediakan, dan Kinesthetic diterapkan.

Dengan begitu, belajar pun jadi menyenangkan. Tidak hanya menulis dari awal sampai akhir pelajaran.

Dengan V.A.K, belajar Bahasa Inggris pun jadi fun ^_^.

‘Belajar apa pun bidang studinya, bisa menarik, asalkan menerapkan unsur V.A.K dalam proses belajar mengajar.’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *